Perkembangan ilmu pengetahuan saat ini menghadirkan babak baru dalam dunia kesehatan. Di tengah kemajuan teknologi, pemanfaatan obat tradisional, yang selama berabad-abad menjadi pilihan utama bagi 80-85% populasi dunia-kembali mendapatkan perhatian besar. Bahan alam yang diwariskan dari berbagai budaya ini tidak hanya menyimpan nilai historis, tetapi juga potensi ilmiah yang terus dikembangkan agar lebih aman, efektif, dan berkualitas.
Salah satu terobosan yang semakin menonjol dalam dua dekade terakhir adalah hadirnya biogenic metallic phytonanoparticles, yaitu nanopartikel logam yang disintesis menggunakan ekstrak tumbuhan. Teknologi ini selaras dengan prinsip green chemistry karena prosesnya minim limbah, lebih aman bagi lingkungan, dan relatif ekonomis. Berbagai logam seperti perak, tembaga, besi, zinc, hingga titanium dioksida dapat dihasilkan melalui metode hijau ini, menghasilkan partikel berukuran nano dengan sifat fisik, kimia, dan biologis yang unik.
Keunggulan dari nanopartikel berbasis tumbuhan tidak hanya terletak pada proses sintesisnya yang ramah lingkungan, tetapi juga manfaat biologisnya. Banyak di antaranya menunjukkan aktivitas antioksidan, antimikroba, hingga potensi anti-aging. Ini membuka peluang besar untuk pengembangan produk kesehatan, kosmetik, suplementasi, hingga terapi medis berbasis bahan alam dengan standar ilmiah modern.
Di sisi lain, teknologi laboratorium masa kini memungkinkan produksi senyawa alami secara lebih cepat dan terkontrol, menjadi alternatif dari proses isolasi tradisional yang memakan waktu lama. Perpaduan antara kearifan lokal dan teknologi mutakhir inilah yang kini membentuk wajah baru inovasi kesehatan.
Kolaborasi antara ilmu pengobatan tradisional, prinsip green chemistry, dan rekayasa nanopartikel memberikan ruang riset yang semakin luas. Tidak hanya relevan untuk pengembangan terapi baru, tetapi juga untuk aplikasi di bidang katalisis, elektronik, dan material cerdas masa depan. Setiap logam pada skala nano menawarkan sifat yang dapat “diatur” sesuai kebutuhan, membuka pintu bagi teknologi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, integrasi antara warisan alam dan inovasi ilmiah ini menjadi penanda penting dalam perjalanan menuju sistem kesehatan modern yang tidak hanya canggih, tetapi juga beretika dan selaras dengan lingkungan. Inilah masa depan di mana keberlanjutan dan teknologi berjalan beriringan, menghadirkan peluang tak terbatas bagi penelitian, industri, dan kesejahteraan manusia.
Sumber: Puri, A., Mohite, P., Maitra, S., Subramaniyan, V., Kumarasamy, V., Uti, D. E., Sayed, A. A., El-demerdash, F. M., Algahtani, M., El-kott, A. F., Shati, A. A., Albaik, M., Abdel-daim, M. M., & Atangwho, I. J. (2024). Biomedicine & Pharmacotherapy From nature to nanotechnology : The interplay of traditional medicine , green chemistry , and biogenic metallic phytonanoparticles in modern healthcare innovation and sustainability. Biomedicine & Pharmacotherapy.
Diberitahukan kepada mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Duta Bangsa
Berikut adalah Jadwal Ujian Akhir Semester Genap Tahun Akademik 2019/2020 Fakultas Sains
Berikut adalah Agenda KRS Semester Gasal Tahun Akademik 2020/2021 Fakultas Sains dan