Pemberdayaan petani lokal menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan serta kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan. Di era digital, inovasi agribisnis tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas, tetapi juga pada integrasi nilai-nilai kearifan lokal sebagai fondasi sosial budaya. Pendekatan ini dinilai mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan identitas agraris masyarakat. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis peran inovasi berbasis teknologi digital dalam memperkuat posisi petani lokal dengan tetap berlandaskan budaya dan tradisi setempat. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap berbagai publikasi nasional dan internasional periode 2020–2025. Fokus kajian mencakup hubungan antara teknologi digital, agribisnis berkelanjutan, dan pelestarian kearifan lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan teknologi seperti e-commerce pertanian, smart farming, dan platform digital komunitas mampu meningkatkan efisiensi produksi serta memperluas akses pasar petani. Namun, implementasi inovasi akan lebih optimal apabila disertai pendekatan yang menghargai nilai-nilai lokal dan peran sosial petani. Dengan demikian, inovasi agribisnis berbasis kearifan lokal menjadi strategi penting dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan iklim, sekaligus menjaga keberlanjutan sosial ekonomi masyarakat pedesaan. Sumber: https://jurnal.yayasanmeisyarainsanmadani.com/index.php/JHUSE/article/view/324
Yogurt sinbiotik merupakan produk pangan fungsional yang memiliki manfaat bagi kesehatan saluran pencernaan. Penelitian ini mengembangkan inovasi yogurt bertekstur lebih padat sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai produk oles. Pengembangan dilakukan melalui penambahan ekstrak rosella ungu dan tepung kentang merah sebagai bahan fungsional. Rosella ungu dikenal mengandung senyawa antioksidan yang dapat meningkatkan nilai kesehatan produk. Sementara itu, tepung kentang merah berperan sebagai sumber prebiotik sekaligus agen pengental alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedua bahan tersebut terhadap karakteristik yogurt, meliputi jumlah bakteri asam laktat, pH, total asam tertitrasi, aktivitas antioksidan, viskositas, dan sifat organoleptik. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan variasi konsentrasi rosella ungu dan tepung kentang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kedua bahan tidak berpengaruh signifikan terhadap pH, total asam, viskositas, maupun sifat sensori. Namun, kombinasi konsentrasi tertentu mampu meningkatkan aktivitas antioksidan secara nyata. Selain itu, penggunaan tepung kentang merah dalam jumlah lebih tinggi juga berkontribusi terhadap peningkatan jumlah bakteri asam laktat dalam yogurt. Sumber: https://jstpuho.id/index.php/jstp/article/view/109
Mie merupakan salah satu makanan yang sangat digemari masyarakat Indonesia. Namun, kebutuhan akan produk pangan yang lebih sehat mendorong munculnya inovasi mie non-gluten sebagai alternatif, terutama bagi konsumen dengan intoleransi gluten atau yang ingin menjalani pola makan lebih sehat 🍜 Salah satu inovasi yang menarik adalah pembuatan mie basah non-gluten dengan memanfaatkan kombinasi tepung kentang dan tepung tapioka, serta penambahan bubuk daun kersen (Muntingia calabura). Daun kersen sendiri dikenal memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi, sehingga berpotensi meningkatkan nilai fungsional produk. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh perbandingan kedua jenis tepung serta penambahan bubuk daun kersen terhadap karakteristik kimia (seperti kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat) serta aktivitas antioksidan pada mie yang dihasilkan. Metode penelitian menggunakan rancangan percobaan dengan dua faktor utama, sehingga dihasilkan beberapa variasi sampel untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi rasio tepung kentang dan tapioka berpengaruh terhadap beberapa parameter penting. Peningkatan penggunaan tepung kentang cenderung meningkatkan kadar air dan protein, serta menurunkan kadar karbohidrat. Sementara itu, kadar abu dan lemak tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Dari sisi fungsional, mie non-gluten yang dihasilkan memiliki aktivitas antioksidan berkisar antara 36,2% hingga 52,5%. Menariknya, semakin tinggi konsentrasi bubuk daun kersen yang ditambahkan, maka aktivitas antioksidan juga semakin meningkat. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi bahan lokal seperti kentang, tapioka, dan daun kersen tidak hanya dapat menghasilkan produk mie alternatif bebas gluten, tetapi juga berpotensi sebagai pangan fungsional yang memberikan manfaat kesehatan. Ke depannya, penelitian lanjutan masih diperlukan, misalnya untuk mengkaji potensi efek kesehatan seperti antidiabetes atau penurun kolesterol melalui uji in vivo. Selain itu, eksplorasi teknologi seperti nanoenkapsulasi juga dapat dilakukan untuk meningkatkan penyerapan senyawa bioaktif dalam tubuh. Sumber: https://journal.trunojoyo.ac.id/rekayasa/article/view/27254
Alpukat menjadi salah satu buah favorit masyarakat karena rasanya yang lezat dan kandungan gizinya yang tinggi. Di kawasan Pasar Wisata Tawangmangu, alpukat juga menjadi komoditas yang banyak diminati, baik oleh wisatawan maupun masyarakat lokal. Tapi, sebenarnya apa sih yang paling dipertimbangkan konsumen saat membeli alpukat? 🤔 Penelitian ini dilakukan untuk menggali preferensi konsumen dalam memilih buah alpukat, khususnya faktor-faktor apa saja yang paling memengaruhi keputusan pembelian. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan deskriptif analitik, melibatkan 60 responden yang dipilih secara purposive (sesuai kriteria tertentu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pembeli alpukat didominasi oleh perempuan dengan rentang usia produktif (17-64 tahun). Sebagian besar memiliki latar belakang pendidikan S1/D4 dan bekerja sebagai karyawan swasta dengan tingkat pendapatan menengah. Menariknya, konsumen tidak hanya berasal dari Karanganyar saja, tetapi juga dari berbagai daerah lain, meskipun pembeli lokal tetap mendominasi. Dari sisi preferensi, faktor rasa menjadi pertimbangan utama dalam membeli alpukat. Konsumen cenderung memilih alpukat dengan cita rasa yang enak dibandingkan faktor lainnya. Setelah rasa, atribut lain yang juga diperhatikan secara berurutan adalah tingkat kematangan buah, jenis alpukat, harga, warna kulit, dan ukuran buah. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas internal produk, seperti rasa dan kematangan, memiliki peran yang lebih besar dibandingkan tampilan fisik semata. Hal ini bisa menjadi insight penting bagi pedagang maupun pelaku agribisnis untuk lebih fokus pada kualitas produk yang ditawarkan. Sumber: https://jepa.ub.ac.id/index.php/jepa/article/view/2861
Kampung Gadukan di Surabaya dikenal sebagai salah satu sentra produksi tas fashion wanita di Jawa Timur. Produk-produk dari UMKM di kawasan ini punya potensi besar, baik di pasar lokal maupun ekspor. Namun, persaingan yang semakin ketat, terutama dengan produk impor seperti dari China menjadi tantangan serius. Produk impor seringkali lebih diminati karena variasi desain yang menarik dan harga yang relatif terjangkau. Hal ini membuat pelaku UMKM perlu berinovasi, khususnya dalam hal desain produk, agar tetap bisa bersaing di pasar. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah melalui diversifikasi produk, yaitu mengembangkan variasi desain yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan selera konsumen. Dalam penelitian ini, dilakukan pendekatan gap analysis untuk mengidentifikasi perbedaan antara harapan konsumen dan kondisi produk yang ada saat ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat sekitar 20 atribut produk yang dianggap penting oleh konsumen. Atribut ini kemudian dikaji berdasarkan delapan dimensi pengembangan produk, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih jelas terkait kebutuhan pasar. Dari proses perancangan desain, ditemukan empat faktor utama yang menjadi prioritas dalam meningkatkan kualitas produk. Faktor tersebut meliputi kualitas bahan baku dan bahan pendukung, desain yang elegan, pemilihan warna yang menarik, serta kualitas proses produksi 🏭 Keempat aspek ini menjadi kunci penting dalam menghasilkan produk tas yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki daya tahan dan nilai jual yang tinggi. Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, diharapkan produk UMKM dari Kampung Gadukan mampu memenuhi ekspektasi konsumen sekaligus meningkatkan daya saing di pasar yang lebih luas. ✨ Jadi, inovasi desain bukan cuma soal tampilan, tapi juga strategi penting untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan global! Sumber: https://journals.ums.ac.id/jiti/article/view/2596