Limbah cair yang dihasilkan industri tahu memiliki kandungan bahan organik tinggi sehingga berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Salah satu pendekatan yang umum digunakan dalam pengolahan limbah cair adalah proses koagulasi–flokulasi, namun ketergantungan pada koagulan kimia mendorong perlunya alternatif yang lebih ramah lingkungan. Biji alpukat, yang mengandung senyawa tanin, dikaji sebagai koagulan alami melalui proses ekstraksi maserasi menggunakan etanol 70% dengan variasi waktu perendaman. Hasil kajian menunjukkan bahwa waktu maserasi berpengaruh terhadap kandungan tanin, dengan kondisi terbaik diperoleh pada maserasi terlama. Aplikasi ekstrak biji alpukat sebagai koagulan alami memberikan dampak positif terhadap kualitas limbah cair tahu, antara lain:
Temuan ini menunjukkan bahwa biji alpukat memiliki potensi besar sebagai koagulan alami yang dapat mendukung pengolahan limbah cair industri tahu secara lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Sumber: Robiah, Akbar Ismi Aziz Pramito, R. J. (2026). Jurnal Teknologi Kimia Mineral. November 2025, 1–7.
Diberitahukan kepada mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Duta Bangsa
Berikut adalah Jadwal Ujian Akhir Semester Genap Tahun Akademik 2019/2020 Fakultas Sains
Berikut adalah Agenda KRS Semester Gasal Tahun Akademik 2020/2021 Fakultas Sains dan