Sherbet merupakan produk pangan beku yang menyegarkan dan rendah lemak. Mentimun dikenal kaya akan vitamin C dan senyawa flavonoid, sementara sari pandan wangi berperan sebagai sumber aroma dan warna alami. Penelitian ini mengkaji karakteristik sensori sherbet mentimun dengan variasi konsentrasi sari pandan wangi dan jenis pemanis alami sebagai upaya pengembangan produk pangan berbasis bahan lokal.
Uji organoleptik dilakukan pada 30 panelis dengan sembilan perlakuan, meliputi penilaian aroma, tekstur, rasa, dan warna. Hasil analisis menunjukkan bahwa variasi konsentrasi sari pandan wangi dan jenis pemanis tidak memberikan perbedaan nyata terhadap aroma, tekstur, dan rasa sherbet mentimun. Namun demikian, perbedaan signifikan ditemukan pada parameter warna, di mana peningkatan konsentrasi sari pandan wangi menghasilkan warna hijau yang semakin intens.
Secara keseluruhan, kombinasi mentimun, sari pandan wangi, dan pemanis alami mampu menghasilkan sherbet dengan cita rasa yang harmonis dan tampilan menarik. Inovasi ini membuka peluang diversifikasi produk pangan beku berbasis bahan alami sebagai alternatif kudapan sehat, rendah lemak, serta sejalan dengan tren konsumsi masyarakat yang semakin mengarah pada pangan fungsional dan ramah kesehatan.
Sumber : Danya Mozza Elshiva, Syarifa Ramadhani Nurbaya*, Lukman Hudi AM. Sensory Evaluation of Cucumber Sherbet ( Cucumis sativus L .) Based on Variation of Fragrant Pandan ( Pandanus amaryllifolius ). 2025;10(1):53–61.
Diberitahukan kepada mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Duta Bangsa
Berikut adalah Jadwal Ujian Akhir Semester Genap Tahun Akademik 2019/2020 Fakultas Sains
Berikut adalah Agenda KRS Semester Gasal Tahun Akademik 2020/2021 Fakultas Sains dan