Detail Artikel IPTEK

Regenerative Agriculture di Era 2020-an: Meninjau Bukti Global tentang Tanah, Iklim, Produktivitas, dan Dampak Sosial-Ekonomi (2020–2025)
2025-11-08 10:00:00 | Admin

Regenerative agriculture (RA) atau pertanian regeneratif menjadi salah satu pendekatan yang banyak dibicarakan selama lima tahun terakhir. Pendekatan ini menekankan perbaikan kualitas tanah, peningkatan keanekaragaman hayati, ketahanan iklim, serta keberlanjutan ekonomi bagi pelaku usaha tani. Sejumlah penelitian internasional yang terbit pada 2020-2025 menunjukkan bahwa praktik RA menawarkan manfaat nyata bagi sistem pangan di berbagai negara.

Berbagai teknik seperti pengolahan tanah minimum, penanaman tanaman penutup (cover crop), agroforestri, diversifikasi tanaman, hingga integrasi ternak terbukti membantu meningkatkan kandungan karbon organik tanah, menekan emisi gas rumah kaca, serta meningkatkan biodiversitas. Di banyak wilayah, praktik-praktik ini juga diikuti dengan peningkatan hasil dan keuntungan usaha tani, terutama pada lahan yang sebelumnya mengalami degradasi.

Namun, efektivitas RA sangat dipengaruhi oleh kondisi setempat mulai dari jenis tanah, iklim, struktur lanskap, hingga situasi sosial-ekonomi petani. Beberapa penelitian juga mencatat adanya trade-off, seperti kebutuhan investasi awal, penyesuaian teknik budidaya, dan ketersediaan pasar yang mendukung produk berkelanjutan. Karena itu, keberhasilan implementasi RA memerlukan strategi yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing.

Arah Pengembangan ke Depan

Kajian global tahun 2020-2025 menegaskan bahwa pertanian regeneratif berpotensi menjadi pendekatan penting dalam mewujudkan produksi pangan berkelanjutan. Selain memberikan manfaat ekologis, berbagai penelitian juga menyoroti dampak sosial-ekonomi yang positif, terutama terkait peningkatan ketahanan petani dan efisiensi usaha tani.

Ke depan, para peneliti merekomendasikan beberapa fokus utama, antara lain:

  • memperbanyak riset jangka panjang skala lanskap,

  • mengoptimalkan kombinasi praktik RA sesuai karakteristik setiap wilayah,

  • mengintegrasikan analisis ekonomi, lingkungan, dan kebijakan secara lebih mendalam, serta

  • menemukan mekanisme efektif untuk memperluas adopsi di tingkat petani kecil dan sumber daya terbatas.

Dukungan kebijakan, insentif pembiayaan, dan program pelatihan yang mudah diakses menjadi kunci agar praktik pertanian regeneratif dapat memberikan dampak yang lebih luas, terutama di negara berkembang. Dengan arah pengembangan yang jelas dan dukungan lintas sektor, RA berpotensi menjadi fondasi penting bagi sistem pangan global yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Sumber: Peeters, J., Peeters, J., Willems, S., Jacobs, K., & Martin, B. (2025). Regenerative agriculture in the 2020s : A global review of soil , climate , productivity , and socio- economic evidence ( 2020 – 2025 ). 6(2), 99–105.


Informasi Lainnya
2019-10-24 06:45:00
2020-07-11 07:20:00
2020-08-30 14:45:00